Selasa, 30 November 2010

archaebacteria

Prokariota adalah kumpulan organisme yang bahan inti selnya belum dilapisi
membran. Cara reproduksi organismo prokariot dapat berlangsung secara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual dilakukan dengan cara pembelahan biner (binery fision), fragmentasi atau spora. Reproduksi secara seksual adalah dengan cara konjugasi, transduksi maupun transformasi.
Organisme prokariotik digolongkan dalam domain Eubacteria dan Archaebacteria, keduanya berbeda dalam hal penyusun dinding sel, membran sel, susunan RNA ribosom, dan habitatnya. Domain Archaebacteria Berdasarkan fisiologinya, diklasifikasikan menjadi metanogen, ekstrem halofil, dan  termoasidofil. Sedangkan domain Eubacteria beranggotakan bakteri dan ganggang hijau biru (Cyano bacteria atau Cyanophyta).
Berdasarkan metabolime dan lingkungan hidupnya yang ekstrim, Arkhaebakteria digolongkan dalam 3 kelompok yaitu termofilik ekstrim, halofilik ekstrim, dan metanogen. Selain itu ada kelompok Arkhaebakteria tanpa dinding sel.
1.      Ciri  - ciri Archaebacteria
-          Dinding sel tersusun atas sedikit peptidoglikan.
-          memiliki tipe lemak yang berbeda di dalam membran plasma
-          memiliki variasi pada ribososm dan dengan struktur gen yang berbeda
-          hidup di bebatuan yang keras tidak membutuhkan oksigen dan hidup di daerah yang asin, ektrim panas, ekstrim basa dan di tempat yang kadar metananya tinggi.
-          Disebut juga bakteri purba
2.      Jenis Archaebacteria
a.       Bakteri metanogen, Bakteri ini hidup dilingkungan yang anaerob mendapatkan energi dengan cara merubah senyawa H2 dan CO2 menjadi metana. Adapun ciri – ciri dari bakteri ini adalah sebagai berikut :
-          mengubah CO2, H2 dan asam organik menjadi gas metana (CH4)
-          tidak membutuhkan oksigen (anaerob obligat)
-          kisaran suhu : mesofilik
-          berperan penting dalam mengolah limbah organik pada lapisan lumpur, danau, dan sedimen di dasar laut menjadi metana
-          jenis metanogen Methanobacterium ruminantium hidup dalam saluran pencernaan hewan ruminansia (pemamah biak) membantu mencerna selulosa dari rumput dan menghasilkan 400 liter metana dalam sehari
contoh lain:  Methanobacteriales, Methanococcales, Methanomicrobiales, Methanosarcinales, Methanopyrales

b.      Bakteri Thermoacidofil,
Adapun cir – ciri dari bakteri thermoacidofil ini adalah :
-          organisme termofilik dapat bertahan hidup pada suhu >45oC
-          organisme hipertermofilik hidup pada suhu >80oC dengan suhu optimum 70-110oC
-          berbentuk batang, bulat atau filamen
-          jenis Gram negatif
-          kebutuhan oksigen : anaerob atau aerob fakultatif
-          tempat hidup pada lingkungan asam dengan pH 1-2 (asidofilik)
-          metabolisme belerang
-          habitat : lubang vulkanis, kawah vulkanis, mata air belerang
Contoh :
Geogemma → dapat bertahan hidup selama 2 jam pada suhu 130oC
Pyrodictium → diisolasi dari dasar laut
Thermoproteus → hidup di perairan panas yang kaya belerang
Sulfolobus → hidup di mata air panas dan kadang di tanah
c.       Bakteri ekstrim halofit, Bakteri ini hidup di air sangat asin menggunakan garam menghasilakn energi (ATP). Laut mati dan danau asin merupakan habitat yang ideal untuk pertumbuhan bakteri ini
Dengan cir – ciri sebagai berikut :
-          Dapat bertahan hidup pada kadar garam 9%. Ada yang tumbuh optimum dengan kadar garam 17-23% dan bertahan pada kadar garam 35%
-          Bentuk bulat dan batang tidak beraturan
-          Jenis gram positif dan gram negatif
-          Kisaran suhu : mesofil dan sedikit termofil
-          Kebutuhan oksigen : aerob
-          Memiliki flagel
-          Memiliki pigmen merah/orange (bakteriodopsin) untuk memanfaatkan energi cahaya dalam mengubah co2 menjadi bahan organik
-          Hidup berkoloni dan dapat membusukkan bahan makanan yang diasinkan
-          Habitat : laut mati, danau great salt
contoh : Halobacterium salinarium, Halococcus, NatronobacteriumProkariota adalah kumpulan organisme yang bahan inti selnya belum dilapisi
membran. Cara reproduksi organismo prokariot dapat berlangsung secara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual dilakukan dengan cara pembelahan biner (binery fision), fragmentasi atau spora. Reproduksi secara seksual adalah dengan cara konjugasi, transduksi maupun transformasi.
Organisme prokariotik digolongkan dalam domain Eubacteria dan Archaebacteria, keduanya berbeda dalam hal penyusun dinding sel, membran sel, susunan RNA ribosom, dan habitatnya. Domain Archaebacteria Berdasarkan fisiologinya, diklasifikasikan menjadi metanogen, ekstrem halofil, dan  termoasidofil. Sedangkan domain Eubacteria beranggotakan bakteri dan ganggang hijau biru (Cyano bacteria atau Cyanophyta).
Berdasarkan metabolime dan lingkungan hidupnya yang ekstrim, Arkhaebakteria digolongkan dalam 3 kelompok yaitu termofilik ekstrim, halofilik ekstrim, dan metanogen. Selain itu ada kelompok Arkhaebakteria tanpa dinding sel.
1.      Ciri  - ciri Archaebacteria
-          Dinding sel tersusun atas sedikit peptidoglikan.
-          memiliki tipe lemak yang berbeda di dalam membran plasma
-          memiliki variasi pada ribososm dan dengan struktur gen yang berbeda
-          hidup di bebatuan yang keras tidak membutuhkan oksigen dan hidup di daerah yang asin, ektrim panas, ekstrim basa dan di tempat yang kadar metananya tinggi.
-          Disebut juga bakteri purba
2.      Jenis Archaebacteria
a.       Bakteri metanogen, Bakteri ini hidup dilingkungan yang anaerob mendapatkan energi dengan cara merubah senyawa H2 dan CO2 menjadi metana. Adapun ciri – ciri dari bakteri ini adalah sebagai berikut :
-          mengubah CO2, H2 dan asam organik menjadi gas metana (CH4)
-          tidak membutuhkan oksigen (anaerob obligat)
-          kisaran suhu : mesofilik
-          berperan penting dalam mengolah limbah organik pada lapisan lumpur, danau, dan sedimen di dasar laut menjadi metana
-          jenis metanogen Methanobacterium ruminantium hidup dalam saluran pencernaan hewan ruminansia (pemamah biak) membantu mencerna selulosa dari rumput dan menghasilkan 400 liter metana dalam sehari
contoh lain:  Methanobacteriales, Methanococcales, Methanomicrobiales, Methanosarcinales, Methanopyrales

b.      Bakteri Thermoacidofil,
Adapun cir – ciri dari bakteri thermoacidofil ini adalah :
-          organisme termofilik dapat bertahan hidup pada suhu >45oC
-          organisme hipertermofilik hidup pada suhu >80oC dengan suhu optimum 70-110oC
-          berbentuk batang, bulat atau filamen
-          jenis Gram negatif
-          kebutuhan oksigen : anaerob atau aerob fakultatif
-          tempat hidup pada lingkungan asam dengan pH 1-2 (asidofilik)
-          metabolisme belerang
-          habitat : lubang vulkanis, kawah vulkanis, mata air belerang
Contoh :
Geogemma → dapat bertahan hidup selama 2 jam pada suhu 130oC
Pyrodictium → diisolasi dari dasar laut
Thermoproteus → hidup di perairan panas yang kaya belerang
Sulfolobus → hidup di mata air panas dan kadang di tanah
c.       Bakteri ekstrim halofit, Bakteri ini hidup di air sangat asin menggunakan garam menghasilakn energi (ATP). Laut mati dan danau asin merupakan habitat yang ideal untuk pertumbuhan bakteri ini
Dengan cir – ciri sebagai berikut :
-          Dapat bertahan hidup pada kadar garam 9%. Ada yang tumbuh optimum dengan kadar garam 17-23% dan bertahan pada kadar garam 35%
-          Bentuk bulat dan batang tidak beraturan
-          Jenis gram positif dan gram negatif
-          Kisaran suhu : mesofil dan sedikit termofil
-          Kebutuhan oksigen : aerob
-          Memiliki flagel
-          Memiliki pigmen merah/orange (bakteriodopsin) untuk memanfaatkan energi cahaya dalam mengubah co2 menjadi bahan organik
-          Hidup berkoloni dan dapat membusukkan bahan makanan yang diasinkan
-          Habitat : laut mati, danau great salt
contoh : Halobacterium salinarium, Halococcus, Natronobacterium
 halobacterium salinarium

Methanobacterium 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar